Bimtek Jatim Belanja Online
Bertempat diruang rapat
Mas Alit Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi, Tim Biro Pengadaan Barang dan
Jasa Setda Provinsi Jawa Timur melakukan bimbingan teknis kepada OPD terkait Aplikasi
Jatim Bejo. Dalam acara tersebut dijelaskan bahwa BElanJa Online atau yang
disingkat JATIM BEJO adalah internalisasi yang terintegrasi terhadap perubahan
budaya kerja menuju digitaliasi proses Pengadaan Barang/Jasa dengan cara
Optimalisasi Pemanfaatan E-marketplace dalam bentuk Toko Daring untuk Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Jawa Timur, sebagai upaya peningkatan peran
serta Pelaku UMK dan Transparansi serta Akuntabilitas Pengadaan Barang/Jasa.
Bimtek yang dihadiri
admin seluruh SKPD dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 15 s/d 17 Desember
2021. Dalam kegiatan tersebut, dijelaskan bagaimana setiap admin OPD melakukan transaksi
elektronik terkait pesanan makanan dan minuman untuk kegiatan yang dilaksanakan
menggunakan APBD. Penggunaan aplikasi Jatim Bejo sama halnya dengan aplikasi belanja
online lainnya, bisa diakses dimana dan kapan saja. Karena, transaksi bukan hanya
dapat dilakukan dengan perangkat komputer namun juga dapat menggunakan handphone
android.
Dalam wawancara di media beberapa waktu lalu, Gubernur
Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa program Jatim Bejo ini
menjadi andalan Pemprov Jatim terkait sistem belanja online di pemerintahan.
Program tersebut mampu menjawab tantangan pemanfaatan platform perdagangan
elektonik B2B (business to business e-commerce) di Indonesia yang terus
meningkat. Bahkan platform B2B e-commerce kini semakin populer digunakan
pembeli, terutama dari kalangan pemerintah, dalam melakukan transaksi pengadaan
barang dan jasa. Untuk mengembangkannya, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim melalui
Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Bank Jatim dan Mbizmarket selaku pemilik
e-marketplace yang bekerjasama dengan Jawa Timur sedang mengembangkan fitur
baru untuk pembayaran dengan cara virtual account.